
Ada momen-momen tertentu yang terasa sederhana di permukaan, tetapi menyimpan makna besar bagi banyak orang. Salah satunya adalah ketika sekelompok mahasiswa turun ke desa, bukan sekadar untuk menjalankan tugas akademik, melainkan untuk belajar, mendengar, dan menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat.
Pada 2 Februari 2026, Akademi Keperawatan Patria Husada Surakarta secara resmi menerjunkan mahasiswa untuk melaksanakan PKMD (Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa) di Desa Jimbun, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini akan berlangsung selama satu bulan penuh, menjadi ruang pengabdian sekaligus ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa di luar dinding kampus.
Tahun ini, PKMD mengusung tema yang hangat dan penuh makna: “Mengabdi dengan Ilmu, Merawat dengan Hati.” Tema tersebut bukan sekadar rangkaian kata. Ia menjadi arah gerak sekaligus nilai yang ingin ditanamkan: bahwa menjadi perawat bukan hanya soal keterampilan klinis, tetapi juga tentang kepedulian, empati, dan kehadiran yang menenangkan di tengah masyarakat.
Desa Jimbun: Ruang Belajar yang Sesungguhnya
Selama satu bulan, Desa Jimbun akan menjadi “kelas terbuka” bagi mahasiswa Akper Patria Husada Surakarta. Di sinilah teori keperawatan akan diuji oleh realitas lapangan: bagaimana menyampaikan edukasi kesehatan dengan bahasa yang mudah dipahami, bagaimana berbaur bersama masyarakat, dan bagaimana membangun kepercayaan melalui sikap yang santun serta profesional.
PKMD bukan sekadar kegiatan turun lapangan. Ia adalah proses pembentukan mental dan karakter. Mahasiswa tidak hanya belajar melakukan pemeriksaan, tetapi juga belajar menjadi manusia yang peka terhadap kebutuhan orang lain.
Program Kesehatan yang Menyentuh Langsung Warga
Selama pelaksanaan PKMD 2026, mahasiswa akan menjalankan berbagai kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Dengan pendekatan yang komunikatif dan penuh empati, mahasiswa diharapkan dapat menjadi jembatan yang mempertemukan ilmu kesehatan dengan kebutuhan masyarakat secara nyata.
Belajar Merawat, Belajar Mengabdi
Yang membuat PKMD selalu istimewa adalah prosesnya. Mahasiswa tidak hanya datang untuk “mengajar” atau “memberi penyuluhan”, tetapi juga belajar dari masyarakat.
Di Desa Jimbun, mahasiswa akan melihat bahwa kesehatan bukan hanya urusan medis, melainkan juga dipengaruhi oleh kebiasaan, budaya, pola makan, lingkungan, bahkan kondisi ekonomi. Dari sinilah mereka akan memahami bahwa perawat sejatinya adalah pelayan kemanusiaan yang bekerja dengan ilmu, namun menyentuh dengan hati.
Menjadi Bagian dari Masyarakat, Bukan Sekadar Tamu
PKMD Akper Patria Husada Surakarta 2026 ini menjadi wujud nyata komitmen kampus dalam membentuk calon tenaga kesehatan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara sosial.
Selama satu bulan, mahasiswa akan hidup berdampingan dengan warga. Mereka akan belajar menyatu, menyesuaikan diri, menghargai kearifan lokal, dan menumbuhkan sikap rendah hati. Karena pengabdian yang paling tulus bukanlah tentang seberapa banyak program yang dijalankan, tetapi seberapa besar dampak yang ditinggalkan.
Satu Bulan yang Akan Menjadi Kenangan dan Bekal Seumur Hidup
PKMD bukan hanya tentang Desa Jimbun. Ia juga tentang perjalanan mahasiswa menuju kedewasaan profesi. Banyak hal yang mungkin tidak tertulis dalam laporan akhir: obrolan singkat dengan lansia, senyum warga saat diberi edukasi, atau rasa haru ketika masyarakat merasa didengar dan diperhatikan.
Dan mungkin, justru hal-hal kecil itulah yang akan terus diingat.
Dengan semangat tema “Mengabdi dengan Ilmu, Merawat dengan Hati”, PKMD Akper Patria Husada Surakarta 2026 diharapkan menjadi langkah nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat Desa Jimbun, sekaligus menjadi proses pembentukan calon perawat yang kelak siap mengabdi di mana pun mereka ditempatkan.
Karena pada akhirnya, ilmu akan selalu menemukan maknanya ketika ia digunakan untuk membantu sesama.

