02 March 2025

Disusun oleh: Giri Satriyawan

Puasa sebagai Sarana Pendidikan Karakter bagi Calon Perawat: Menumbuhkan Empati dan Kepedulian

Bulan Ramadhan, dengan ibadah puasa di dalamnya, bukan sekadar menahan lapar dan haus saja. Lebih dari itu, puasa adalah madrasah spiritual dan moral yang memberikan kesempatan untuk melatih dan memperkuat karakter. Bagi calon perawat di Akademi Keperawatan Patria Husada Surakarta, puasa dapat menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter yang berempati, peduli, dan beretika, yang sangat penting dalam profesi keperawatan.

Esensi puasa sebagai latihan spiritual dan moral yaitu dapat melatih kesabaran, pengendalian diri, dan kepekaan sosial. Dengan menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa, seseorang belajar mengendalikan hawa nafsu dan keinginan pribadi. Latihan ini tidak hanya bermanfaat secara spiritual, namun juga secara moral, karena turut membantu seseorang mengembangkan disiplin diri dan kemampuan untuk tidak mengedepankan ego.

Selain itu, puasa dapat meningkatkan kepekaan sosial. Dengan merasakan lapar dan haus, seseorang dapat lebih memahami penderitaan. Hal ini menumbuhkan rasa empati dan kepedulian yang merupakan landasan penting dalam profesi keperawatan. Selama bulan Ramadhan, berbagai nilai karakter yang relevan dengan kompetensi dalam profesi keperawatan dapat dikembangkan:

  1. Kesabaran: Dalam menghadapi pasien dengan berbagai kondisi, kesabaran sangatlah penting. Puasa melatih kesabaran dalam menghadapi rasa lapar, haus, dan godaan lainnya, sehingga calon perawat dapat lebih sabar dalam memberikan pelayanan. Profesi keperawatan seringkali dihadapkan pada situasi yang penuh tekanan dan emosional. kesabaran membantu calon perawat untuk tetap tenang dan profesional dalam menghadapi situasi tersebut.
  2. Empati: Kemampuan untuk memahami dan merasakan apa yang dirasakan orang lain adalah kunci dalam memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas. Puasa meningkatkan empati dengan merasakan dengan amat deka tapa yang dirasakan orang lain.
  3. Kepedulian sosial: Profesi keperawatan tidak hanya berfokus pada individu, tetapi juga pada masyarakat. Kepedulian sosial mendorong calon perawat untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
  4. Etika: Dalam memberikan pelayanan keperawatan, pengambilan keputusan etis sangatlah penting. Puasa mengajarkan nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab, yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan etis.

Nilai-nilai puasa dapat diimplementasikan dalam praktik keperawatan melalui berbagai cara. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan memberikan pelayanan yang penuh kasih sayang, adil, dan empati kepada pasien tanpa memandang latar belakang atau kondisi mereka, dan menghormati hak-hak pasien, termasuk hak untuk mendapatkan informasi, privasi, juga pengambilan keputusan. Serta mewujudkan kerja secara profesional dalam tim, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kerjasama, komunikasi, dan saling menghormati berlandaskan pada nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai bulan puasa tersebut ke dalam pendidikan, Akper Patria Husada dapat menghasilkan calon perawat yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berempati, peduli, dan beretika.